Kamis, 28 November 2013

3. Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi

Pendahuluan
Organisasi (Yunaniὄργανονorganon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologiekonomiilmu politik,psikologi, dan manajemen.Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).


Teori
Ciri-ciri Organisasi Sosial
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.     Formalitas, merupakan ckhh
organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
1.     Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
2.     Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
3.     Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
1.     Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
2.     Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
3.     Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Unsur-unsur
Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi.
1.     Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
2.     Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
3.     Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Jenis-jenis
Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:
1.     Pikiran (psychological participation)
2.     Tenaga (physical partisipation)
3.     Pikiran dan tenaga
4.     Keahlian
5.     Barang
6.     Uang

Syarat-syarat
Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
·    Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.
·    Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
·   Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
·   Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.
·  Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
·    Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
·      Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan pada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.
Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas.

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uangmaterialmesin,metodelingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
·  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
·  James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
·  Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
· Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Analisa
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah 
-          Adanya komponen ( atasan dan bawahan) 
-          Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang) 
-          Adanya tujuan 
-          Adanya sasaran 
-          Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati 
-          Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas 

Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.


Referensi

1 & 2. Arti Pentingnya Organisasi dan Metode

Pendahuluan
Pada dasarnya organisasi diarahkan untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif melalui
kegiatan yang terpadu (J. Winardi, Pemikiran Sistemik Dalam Bidang Organisasi dan Manajemen :

2005).


Teori
Organisasi dan Metode
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah:
Rangkaian proses kegiatan yuang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dengan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

Pengertian tersebut terkandung beberapa maksud, yaitu :
a.       Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setempatnya.
b.      Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen.
c.       Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
d.      Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensin kerja untuk mencapai tujuan.
Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam arti dinamis. Terdapat hubungan yang erat antara manajemen, organisai dan metode (tata kerja).

Pengertian Organisasi
Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara  sadar (manajemen), dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi yang formal, serta pola interaksi yang akan diikuti (Robbins).

Struktur organisasi mempunyai 3 komponen,yaitu : kompleksitas, formalisasi, dan sentralisasi.
n  Kompleksitas  mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi. Termasuk didalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan didalam hierarkhi organisasi, serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.
n  Formalisasi adalah tingkat sejauh mana sebuah organisasi menyandarkan dirinya kepada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya.
n  Sentralisasi mempertimbangkan di mana letak dari pusat pengambilan keputusan, disentralisasi atau didesentralisasi.
Desain Organisasi menekankan sisi manajemen dari teori organisasi. Desain organisasi mempertimbangkan konstruksi dan mengubah struktur organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Teori Organisasi yang ada sekarang ini merupakan hasil dari sebuah proses evolusi.
Ada dua dimensi dasar didalam evolusi teori organisasi :
1.       Merefleksikan bahwa organisasi itu adalah sistem
2.      Berhubungan dengan hasil-hasil akhir dari struktur organisasi.

ELEMEN DASAR SEBUAH ORGANISASI (MINTZBERG)
1.         The operating core,
Para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yg berhubungan dengan produksi dari produk dan jasa
2.         The strategic apex
Manajer tingkat puncak, yg diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi itu
3.         The middle line,
Para manajer yg menjadi penghubung operating core dengan strategic apex
4.   The technostructure,
Para analis yg mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi
5.         The support staff,
Orang-orang yg mengisi unit staf, yg memberi jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi

BENTUK-BENTUK ORGANISASI
n  Dilihat dari jumlah pucuk pimpinan :
            1. Bentuk tunggal
            2. Bentuk jamak
n  Dilihat dari saluran wewenang :
            1. Bentuk jalur
            2. Bentuk fungsional
            3. Bentuk jalur dan staf
            4. Bentuk fungsional dan staf
            5. Bentuk fungsional dan jalur
            6. Bentuk jalur, fungsional, dan staf


Asas Organisasi
1.      Perumusan tujuan dengan jelas
2.      Departemenisasi
3.      PembagianKerja
4.      Koordinasi
5.      Pelimpahan wewenang
6.      Rentang kendali
7.      Jenjang organisasi
8.      Kesatuan perintah
9.      Fleksibilitas
10.  Berkelangsungan

11.  Keseimbangan


Manajemen & Organisasi

Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Sedangkan manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seorang pemimpin (manajer) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerjasama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.



Kegiatan Manajemen:
                a.   Planning (perencanaan)
-    Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya.
-       Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik.
-    Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu.
b.      Organizing (pengorganisasian)
-   Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
-      Dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat.
-      Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara objektif
      c.       Motivating (pendorong)
 -   Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai.
-  Mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidik dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan, pemberian tunjangan, penyediaan fasilitas yang lengkap dan sebagainya
      d.      Controlling (pengendalian)
 -  Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan  pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan 
 -   Sangat penting untuk mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah dilaksanakan
 -  Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tidak lanjut, sehingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya

Keempat kegiatan tersebut tidak akan terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Menurut istilah George R Terry sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M (The six M’s in management) yaitu : 
a.       Manpower (manusia atau tenaga kerja) 
b.      Money (uang atau dana)
c.       Materials (bahan-bahan atau material)
d.      Machines and equipment (mesin dan peralatan) 
e.       Methods (tata kerja)
f.       Market (pasar)

Manajemen & Tata Kerja
Manajemen
Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan
Tata kerja


Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

Manajemen, Organisasi & Tata kerja 
Manajemen merupakan proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
Organisasi merupakan alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokan.
Tata Kerja merupakan pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.


Analisa

Betapa eratnya hubungan antara manajemen, organisasi, dan metode, bahkan sepertinya dapatkan dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen. Manajemen, organisasi dan tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan secara efisien.

Referensi

Jumat, 22 November 2013

Pemain Naturalisasi Sepak Bola Timnas (Warga Negara dan Negara)

Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan mansia dalam masyarakat.

Unsur-unsur Negara :
1.      Harus ada wilayahnya
2.      Harus ada rakyatnya
3.      Harus ada pemerintahnya
4.      Harus ada tujuannya
5.      Harus ada kedaulatan.

Orang-orang yang berada dalam wilayah satu Negara dapat dibedakan menjadi :
1.      Penduduk
Penduduk adalah mereka yang telah memenuhi syarat tertentu yang ditetapkan oleh peraturan dari Negara yang bersangkutan, diperkenankan mempunyai tempat tinggal pokok (domisili) di suatu wilayah Negara. Penduduk ini dibedakan menjadi dua yaitu
-       Penduduk warganegara atau warga Negara adalah penduduk.
-       Penduduk bukan warganegara atau orang asing.
2.      Bukan penduduk
Bukan penduduk adalah mereka yang berada dalam wilayah suatu negara untuk sementara waktu dan yang tidak bermaksud bertempat tinggal di wilayah tersebut

Untuk menentukan siapa-siapa yang menjadi warganegara, digunakan dua criteria :
1.      Kriterium kelahiran. Berdasarkan kriterium ini masih dibedakan menjadi dua yaitu :
-       Kriterium kelahiran menurut asas keibubapaan atau disebut juga Ius Sanguinis.
-       Kriterium kelahiran menurut asas tempat kelahiran atau ius soli.
2.      Naturalisasi atau pewarganegaraan, adalah suatu proses hukum yang menyebabkan seseorang dengan syarat-syarat tertentu mempunyai kewarganegaraan Negara lain.

Saat ini banyak pemain sepak bola nasional yang berkebangsaan asing yang kemudian menjadi warna Negara Indonesia dengan menjadi pemain naturalisasi. Persatuan sepak bola seluruh Indonesia telah banyak menelurkan beberapa pemain naturalisasi. Nama – nama pemain naturalisasi yang menjadi andalan diantaranya yaitu Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo sampai Sergio Van Dijk. Pemain naturalisasi itu sendiri adalah pemain klub luar negri yang dinilai berprestasi dan memiliki darah keturunan Indonesia. Untuk menjadi naturalisasi diharuskan adanya kemauan dari kedua belah pihak. Dalam hal ini timnas Indoensia membutuhkan kemampuan mereka dan mereka sendiri ingin membela dan bermain di sepak bola Indonesia serta pindah kewarganegaraan. Ada beberpa alasan mengapa Indonesia perlu melakuakn naturlisasi pemain timnas. Alasan pertama yaitu untuk meningkatkan performa / penampilan timnas dan kedua untuk mendongkrak skill kemampuan individu pemain – pemain timnas lainnya.

Tapi tak semua pemain naturalisasi cemerlang dalam karir sepak bolanya, ada beberapa pemain sepak bola yang gagal seperti Jhonny Van Beukering,Ruben Wuarbanaran, Tonnie Cussel, Ki,m Jeffrey Kurniawan, dan Joey Suek. Pemain naturalisasi ini sebenarnya masih dalam proses adaptasi katrena sebelumnya mereka bermain di klub – klub luar negri yang tentunya lebih professional baik dalam pengurusannya maupun dalam system kompetisi. Kegagalan pemain-pemain ini juga dapat dikarenakan fisiknya yang kurang mendukung maupun karena sering absennya mereka dalam pertandingan – pertandingan.  

Melihat nama – nama diatas menunjukkan bahwa tidak semua pemain naturalisasi bermain dengan baik. Sebenarnya Indonesia tidak memerlukan pemain naturalisasi karena banyak pemain – pemain yang murni anak – anak bangsa memiliki kemampuan yang setara dengan pemain asing. Ini ditunjukkan saat pertaindingan AFF 2013 lalu saat Indonesia bertanding melawan Korea Selatan. Jelas ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi timnas.


Saat pertandingan ini berlangsung timnas Indonesia  bermain begitu impresif dan terus menekan walau dibawah guyuran hujan. Melihat begitu hebatnya Evan Dimas dan kawan - kawan berlaga maka sebenarnya Indonesia tidak memerlukan pemain naturalisasi.
Pemain – pemain asli Indonesia bisa lebih unggul dan dapat kembali membawa Indonesia menjadi “macan asia” bahkan dunia Internasional.